Seruan MUI DIY ; Bom Bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo

siaran mui diySIARAN MUI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA NO B-646/MUI-DIY/IX/2011

Sehubungan dengan peristiwa bom bunuh diri pada hari Ahad, tanggal 25 September 2011 di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton Sala, Dewan Pimpinan MUI Provinsi D.I.Yogyakarta dengan ini menyampaikan siaran sebagai berikut:
1. Perbuatan tersebut sungguh merupakan tindakan yang terkutuk. Tindakan biadab itu, siapapun pelakunya dan apapun motifnya merupakan tindakan nista, lebih-lebih dengan bunuh diri yang dilarang oleh Agama, sebagaimana firman Allah dalam S.An Nisa ayat 29 :

… dan janganlah   kamu  membunuh   dirimu.   Sesungguhnya  Allah   adalah   Maha
Penyayang kepadamu.

2. Menurut pandangan Islam, harga nyawa manusia itu sangat mahalnya. Setiap tindakan yang membunuh satu nyawa sama dengan membunuh manusia seluruhnya, sebaliknya menyelamatkan satu nyawa manusia sama dengan menyelamatkan seluruh manusia, sebagaimana firman Allah dalam S.A1 Maidah ayat 32 :

… barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan Karena orang itu (membunuh)
orang lain, atau bukan Karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan dia Telah membunuh manusia seluruhnya. dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah dia Telah memelihara kehidupan manusia sennianya. dan Sesungguhnya Telah datang kepada mereka rasul-rasul kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, Kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

3. Apalagi apabila tindakan bom bunuh diri menjadikan pemeluk agama dan tempat ibadah sebagai sasaran, sungguh naif dan keji. Akibat dari perbuatan kejam itu akan mengusik kecurigaan negatif antar pemeluk agama, bahkan menimbulkan stigma atau pandangan buruk tertentu. Padahal agama itu mengjarkan kedamaian, keselamatan, kasih sayang dan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Sehingga tindakan bom bunuh diri itu sesungguhnya sama dengan menistakan agama, sekaligus menghancurkan kemanusiaan dan kehidupan. Perintah untuk taat atau taqwa dan membina kasih sayang kepada sesama, sebagaimana firman Allah S.An Nisa ayat 1 :

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.

4.   Perbuatan bom bunuh diri adalah termasuk terorisme yang telah dinyatakan haram oleh Keputusan MUI Pusat No. 3 Tahun2004, tertanggal 24 Januari 2004, diktum Ketiga angka 2, yang berbunyi “Bom Bunuh Diri hukumnya Haram, karena merupakan salah satu bentuk tindakan keputusasaan (al-ya’su) dan mencelakakan diri sendiri (ihlak an nafs), baik dilakukan di daerah damai (dar al shulh/dar al salam/dar al dakwah) maupun di daerah perang(dar al harb).

5.  Karena pemberitaan bom bunuh diri tersebut telah menjadi berita nasional, maka tidak mustahil akan mempengaruhi daerah lain, termasuk D.I.Yogyakarta. Untuk itu MUI DIY menyampaikan seruan kepada ummat Islam, sebagai berikut : Jaga ukhuwwah Islamiyah baik intern Ummat Islam maupun dengan umat lain dengan mentaati pedoman atau rambu-rambu yang ada dalam S.A1 Hujurat ayat 10-12 :
a. Tidak saling merendahkan satu sama lain
b. Tidak saling mengejek satu sama lain
c. Tidak saling memberikan nama yang tidak baik
d. Tidak saling mencurigai satu sama lain
e. Tidak saling mencari kesalahan satu sama lain
f. Tidak saling menggunjing satu sama lain

Demikianlah siaran dan seruan ini kami sampaikan untuk dimaklumi dan mendapat perhatian seperlunya, untuk menciptakan DIY yang sejuk, aman dan tenteram.

Billahit Taufieq Wal Hidayah
Yogyakarta, 27 September 2011

DEWAN PIMPINAN MUI
PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Ketua Umum
DRS.H.M.THOHA ABDURRAHMAN

Sekretaris Umum
KRT.DRS.H.A.M.KAMALUDININGRAT

Posted in seruan MUI DIY | Tagged | 1 Comment

Shalat idul fitri 1432 H

Ramadhan sebentar lagi akan berakhir, beberapa hari lagi kita akan menghadapi hari raya idul fitri 2011. Sehubungan dengan shalat ied ini, dibawah ini kami sampaikan kembali seruan MUI DIY yang berhubungan dengan shalat idul fitri 1432 H , yang merupakan bagian dari seruan MUI DIY dalam menyongsong romadhon 1432 H.

Berdasarkan hisab di Yogyakarta, Ijtima’ akhir Ramadhan 1432 H akan jatuh pada hari Senen Wage, 29 Agustus 2011 M pukul 10.05’16”

Tinggi hilal saat matahari terbenam tanggal 29 Agustus 2011 : +01.49’57” (Hilal sudah wujud. Dan mungkin belum dapat dirukyat, karena menurut kesepakatan para ahli rukyat di Indonesia, tinggi hilal kurang dari 2 derajat belum mungkin dirukyat, namun tidak juga mustahil dapat dirukyat).

Atas dasar tersebut diatas bagi yang memegangi hisab wujudul Hilal, menetapkan malam itu (29 Agustus 2011) telah masuk pada tanggal 1 Syawal 1432 H, dan bagi yang memegangi rukyat, kalau hilal tidak dapat dirukyat, maka berdasarkan istikmaal menetapkan tanggal 1 Syawal pada Hari Selasa Kliwon malam, 30 Agustus 2011.

Shalat Hari Raya Idul Fitri bagi yang memegangi hisab wujudul Hilal akan melaksanakan pada hari Selasa Kliwon tanggal 30 Agustus 2011. Dan bagi yang memegangi rukyat, mungkin akan melaksanakan shalat Hari Raya Idul Fitri pada hari Rabu Legi 31 Agustus 2011 (tergantung hasil rukyat 29 Agustus 2011).

Penetapan Shalat Idul Fitri tanggal 30 Agustus 2011, maupun pada tanggal 31 Agustus 2011 adalah hasil ijtihad, yang berada wilayah ikhtilaf (majal Ikhtilaaf). Dalam hal ini tidak boleh masing-masing pihak mengklaim pendapatnya yang benar, dan yang lain salah. Pelaksanaan ibadat (shalat Ied) karena Perbedaan keyakinan/kepercayaan ini dijamin oleh UUD pasal 29 ayat 2. Mana yang paling benar, Allah yang tahu, dan Allah akan tetap memberi pahala kepada keduanya. Dalam menyikapi hal ini, MUI DIY menyerukan kepada Ummat Islam untuk tetap membina ukhuwwah, dengan memupuk toleransi atau tasamuh, dan melaksanakan shalat Ied sesuai dengan keyakinan/kepercayaannya itu.

Demikian hal ini kami sampaikan, tidak lupa kami  mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1432 H. Semoga semua amal ibadah kita di bulan ramadhan ini diterima di sisi Allah. Amin.

Posted in Ramadhan | Tagged | Leave a comment

FATWA MUI TENTANG KHITAN PEREMPUAN

FATWA MUI TENTANG KHITAN PEREMPUAN
ADALAH  SOLUSI  JALAN  TENGAH *)

1. Latar Belakang Fatwa
Masalah khitan perempuan dibahas di MUI setelah mendapat pertanyaan dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan. Pertanyaan tersebut muncul disertai data penyimpangan pelaksanaan khitan perempuan di berbagai Negara. Juga dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Population Council terhadap pelaksanaan khitan perempuan di 6 provinsi di Indonesia yang dibiayai oleh USAID dan Ford Foundation..
Bahkan terkait dengan hal itu, Departemen Kesehatan RI, cq. Dirjen Bina Kesejahteraan Masyarakat telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Larangan Medikalisasi Khitan Perempuan bagi Petugas Kesehatan.
Di sisi lain terjadi beragam tata cara pelaksanaan khitan bagi perempuan yang tidak jarang berimplikasi terhadap adanya dlarar (bahaya) bagi perempuan. Dalam penelitian yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia pun telah terjadi keragaman praktek khitan perempuan : ada yang dengan cara menggores dan mengerik, menusuk , mencubit dan menindik insisi dan eksisi.
WHO juga telah melakukan klasifikasi praktek sunat perempuan ke dalam 4 type :
a. pemotongan ”prepuce” dengan atau mengiris/menggores  bagian atau seluruh klirotis.
b. Pemotongan klirotis dengan disertai pemotongan sebagian atau seluruh labia minora.
c. Pemotongan bagian atau seluruh alat kelamin luar disertai penjahitan/ penyempitan lubang vagina, dan
d. Tidak terklarisifasi  : penusukan, pelubangan, pengirisan/penggoresan terhadap klirotis dan/atau labia, pemotongan vagina, pemasukan bahan jamu yang bersifat korosif ke dalam vagina.

Dorongan untuk pelarangan khitan perempuan semakin menguat dengan kampanye yang sistimatis dari WHO serta beberapa lembaga donor.
Sementara itu, dalam literatur fiqh tidak ditemukan satu pun ulama madzhab fiqh yang mu’tabar (terkenal) melarang praktek khitan prempuan. Bahkan ada kesepakatan bahwa khitan perempuan adalah bentuk keutamaan. Hanya saja terdapat perbedaan hukum fiqh-nya antara sunat dan wajib. Belakangan ada beberapa ulama kontemporer seperti Yusuf Qordowy yang menambah ketentuan hukum ”mubah=boleh”, merujuk pada kenetralan pengertian yang diperoleh dari kata ”makrumah” dalam Hadits Nabi ”Al Khitanu sunnatan lir rijaal makrumatun lin nisaa= Khitan merupakan sunnah (ketetapan Rasul) bagi laki-laki, dan makrumah (kemuliaan) bagi wanita (lihat konsideran Fatwa MUI No.9.A Tahun 2008 tertanggal 7 Mei 2008, terlampir).
Untuk itu penetapan Fatwa tidak lagi seputar hukum khitan bagi perempuan. Karena secara fiqh ketentuan tersebut sudah sangat panjang lebar dijelaskan dalam berbagai literatur, baik klasik maupun kontemporer. Permasalahan yang justru baru adalah adanya trend pelarangan terhadap khitan perempuan secara umum. Bahkan sudah dituangkan dalam kebijakan pemerintah, sekalipun itu hanya Surat Edaran, yang dalam tata perundangan kita tidak mempunyai kekuatan hukum tetap. Continue reading

Posted in Fatwa MUI | Tagged | Leave a comment

Keistimewaan bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan adalah bulan suci, mengandung makna dan keutamaan (fadlilah) bagi Ummat Islam dalam hubungannya dengan Allah dan sesama makhlukNya, dalam kehidupan diri pribadi dan masyarakat, dalam kehidupan jasmaniyah dan rohaniyah serta dalam kehidupan duniawi dan dan ukhrowi, karena Ummat Islam dalam bulan Ramadlan ini berkewajiban menjalankan ibadah puasa wajib.

Keistimewaan bulan Ramadlan ini antara lain,

1. Dalam bulan Ramadlan ini diturunkan Kitab suci Al-Qur’an, seperti dinyatakan dalam firman Allah dalam Surat Al Baqoroh ayat 185 yang artinya :

“Bulan Ramadlan itulah bulan yang didalam-nya diturunkan Al Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penje-lasan mengenai petunjuk itu dan perbedaan antara yang hak dan bathil.”

2. Pada bulan Ramadlan itu pula terjadinya malam “Lailatul Qodar”, malam yang penuh berkah dan lebih baik dari seribu bulan. Hal ini tertera dalam Firman Allah Surat Al Qodar ayat 1—5 yang artinya :

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an pada malam kemuliaan (Lailatul Qodar). Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat, juga Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk rneng-atur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”.

3. Pada bulan Ramadlan syurga dibuka, neraka ditutup serta para syetan dibelenggu, seperti Sabda Nabi sebagai berikut yang artinya :

“Telah datang kepadamu bulan Ramadlan, bulan yang diberkatl. Tuhan memerintahkan kamu berpuasa di dalamnya. Di dalam bulan Ramadlan itu, dibuka kan pintu surga, dikuncikan segala pintu neraka dan dibelenggunya para syetan. Di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan.”

Adanya kelebihan amalan yang dilakukan pada bulan Ramadlan, seperti Sabda Nabi SAW sebagai berikut yang artinya :

“Diamnya orang puasa adalah tasbih (memuji Allah)
tidurnya orang puasa adalah ibadah, doanya orang puasa itu mustajab dan pahala amalnya orang puasa itu dilipat gandakan.”

Posted in Ramadhan | Tagged , | Leave a comment

SERUAN MUI DIY TENTANG MENYONGSONG RAMADHAN 1432 H

SIARAN MAJELIS ULAMA INDONESIA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TENTANG MENYONGSONG BULAN RAMADHAN 1432 H
NOMOR : B-645/MUI-DIY/VII/2011

Alhamdulillah rasa syukur yang sedalam-dalamnya kita panjatkan kehadirat Allah SWT, kita diberi usia panjang dapat menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan 1432 H, bulan yang penuh Barokah dan membawa Rahmat lahir bathin kepada siapa yang menyambutnya, disertai harapan akan Rahmat dan Pahala-Nya, dengan menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain selama bulan Ramadhan untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Sehubungan dengan itu, maka Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dengan ini menyampaikan siaran dan seruan sebagai berikut :

A.Siaran Awal dan akhir Ramadhan 1432 H

1. Awwal Ramadhan 1432 H :

  • Berdasarkan hisab di Yogyakarta : Ijtima akhir Sya’ban 1432 H jatuh pada Ahad   Kliwon, 31 Juli 2011 pukul 01.41’00”
  • Tinggi hilal saat matahari terbenam pada tanggal 31 Juli 2011 : +06.49’10” (Hilal sudah wujud dan sudah dapat dirukyat). Insya Allah bagi yang memegangi Hisab wjudul Hilal, maupun yang memegangi rukyat, menetapkan malam itu (tanggal 31 Juli 2011) sudah tanggal 1 Ramadhan 1432.
  • Berdasarkan hal tersebut datas, maka memulai puasa  adalah pada hari Senen Legi, tanggal 1 Agustus 2011

2. Akhir Ramadhan atau Awal Syawal 1432 H :

  • Berdasarkan hisab di Yogyakarta, Ijtima’ akhir Ramadhan 1432 H akan jatuh pada hari Senen Wage, 29 Agustus 2011 M  pukul 10.05’16”
  • Tinggi hilal saat matahari terbenam tanggal 29 Agustus 2011  : +01.49’57” (Hilal sudah wujud. Dan mungkin belum dapat dirukyat, karena menurut kesepakatan para ahli rukyat di Indonesia, tinggi hilal kurang dari 2 derajat belum mungkin dirukyat, namun tidak juga mustahil dapat dirukyat).
  • Atas dasar tersebut diatas bagi yang memegangi hisab wujudul Hilal, menetapkan malam itu (29 Agustus 2011) telah tanggal 1 Syawal 1432 H, dan bagi yang memegangi rukyat, kalau hilal tidak dapat dirukyat, maka berdasarkan istikmaal menetapkan tanggal 1 Syawal pada Hari Selasa Kliwon malam, 30 Agustusi 2011.
  • Shalat Hari Raya Idul Fitri bagi yang memegangi hisab wujudul Hilal akan    melaksanakan pada hari Selasa Kliwon tanggal 30 Agustus 2011. Dan bagi yang memegangi rukyat, mungkin akan melaksanakan shalat Hari Raya Idul Fitri pada hari Rabu Legi 31 Agustus 2011 (tergantung hasil rukyat 29 Agustus 2011).
  • Penetapan Shalat Idul Fitri tanggal 30 Agustus 2011, maupun pada tanggal 31 Agustus 2011 adalah hasil ijtihad, yang berada wilayah ikhtilaf (majal Ikhtilaaf). Dalam hal ini tidak boleh masing-masing pihak mengklaim pendapatnya yang benar, dan yang lain salah. Pelaksanaan ibadat (shalat Ied) karena Perbedaan keyakinan/kepercayaan ini dijamin oleh UUD pasal 29 ayat 2. Mana yang paling benar, Allah yang tahu, dan Allah akan tetap memberi pahala kepada keduanya. Dalam menyikapi hal ini, MUI DIY menyerukan kepada Ummat Islam untuk tetap membina ukhuwwah, dengan memupuk toleransi atau tasamuh, dan melaksanakan shalat Ied sesuai dengan keyakinan/kepercayaannya itu.

3. Jadual Imsakiyah selama bulan Ramadhan 1432 H adalah sebagaimana terlampir. Jadual ini kami lengkapkan sampai tanggal 30 Agustus 2011, untuk mengakomodasi bagi yang berpuasa sampai tanggal 30 Agustus 2011 H. Dan shalat Ied pada tanggal 31 Agustus 2011.

B.  Seruan Kepada Ummat Islam :

  • Laksanakan ibadah puasa sebulan penuh sesuai dengan keyakinan dan Tuntunan Agama Islam (Tuntunan Praktis Ibadah di bulan Ramadhan, sebagaimana terlampir)
  • Kerjakanlah amalan-amalan keutamaan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, anatara lain : Shalat malam atau taraweh, tadarrus Al Qur’an, memperbanyak shadaqoh, memperbanyak Istighfar mohon ampun kepada Allah, melakukan i’tikaf, meninggalkan ucapan yang tidak baik dan tindakan ataupun perbuatan tercela.
  • Keluarkan zakat maal, terutama untuk dakwah Islam dan kesejahteraan umat. Keluarkan zakat fitrah, dan pembagiannya terutama kepada fakir miskin.

C. Seruan kepada para pejabat Pemerintahan :

  • Hendaklah memberikan kesempatan kepada pegawai yang beragama Islam untuk melkasanakan ibadah puasa dengan kemudahan dan ketenangan
  • Hendaklah dapat mewujudkan suasana penghormatan bulan suci Ramadhan pada kantor dan ruang kerja masing-masing

D. Seruan kepada Pimpinan Sekolah Negeri maupun Swasta :

  • Hendaklah mendorong kepada siswa yang  beragama Islam dapat menunaikan ibadah puasa sepenuhnya dengan kemudahan dan ketenangan
  • Apabila diadakan kegiatan persekolahan, hendaklah dapat dititikberatkan pada peningkatan iman dan taqwa serta pembentukan mental dan akhlak

E. Seruan kepada Umat Beragama Lain :

  • Hendaklah menunjukkan toleransinya kepada orang-orang yang sedang berpuasa
  • Makan dan minum di siang hari hendaklah tidak ditampakkan

F. Seruan kepada Pimpinan Perusahaan Swasta, Restauran, dan tempat hiburan :

  • Kepada Pimpinan Perusahaan swasta diharapakn dapat memberikan keleluasaan dan kemudahan bagi karywan yang beragama Islam, sehingga mereka dapat menunaikan ibadah puasa dengan kemudahan dan  ketenangan
  • Kepada restoran, rumah makan dan warung-warung makan, diharapkan menyesuaikan seperti membatasi buka dan pelayanan di siang hari.
  • Kepada pengelola tempat-tempat hiburan diharapkan dapat memelihara kesucian bulan Ramadhan, demi terwujudnya keamanan dan ketertiban serta ketenteraman masyarakat, dengan membatasi hiburan yang tidak sesuai dengan kesucian bulan Ramadhan dan menyajikan hiburan yang mendorong keimanan dan keatqwaan.

Demikianlah siaran dan seruan Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan harapan mendapat perhatian dari semua pihak demi terbinanya manusia Indonesia yang bertaqwa serta mewujudkan ketenteraman dan keamanan serta stabilitas nasional.

Atas kerjasama dan saling pengertian dari segala pihak, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Rahmat , Taufieq dan Hidayah-Nya kepada segenap bangsa Indonesia, khususnya masyarakat D.I.Yogyakarta. Amien.

Posted in seruan MUI DIY | Tagged , | Leave a comment

Jurnal Ulama 2 ; Merekronstruksi ukhuwah dan memahami aliran sesat

Jurnal Ulama MUI DIY

Jurnal Ulama MUI DIY

Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas Hidayah, Taufieq dan Inyah-Nya jua, maka kami dapat menerbitkan Jumal Ulama Nomor 2 Volume I, edisi Dzul Hijjah 1429 H / Desember 2008. Bulan Dzul Hijjah, yang dalam kelender Sultan Agung disebut bulan BESAR, dan memang bulan Dzul Hijjah adalah bulan besar, disana ada ritual ibadah Haji dan Idul Adha atau Idul Qur’an, napak tilas peristiwa besar prosesi penyembelihan Ismail, putra Ibrahim, yang meskipun kemudian diganti oleh Allah dengan binatang domba/kambing/ kibas yang besar. Adapun bulan Desember tanggal 29, adalah tahun baru Hijriyah. Hijrah Nabi pada tahun 622 M (tepatnya 12 September 622 M) adalah peristiwa besar bagi sejarah perkembangan Islam, sehingga oleh Khalifah Umar bin Khottob tahun itu dijadikan tahun pertama Hijriyah (tahun Islam). Penerbitan No.2 Jurnal ULAMA kali ini semoga disemangati oleh dua peristiwa besar di kalangan Umat Islam tersebut.
Yang patut disyukuri lagi, bahwa pada penerbitan kedua ini, jurnal kita ini telah memiliki No. ISSN, setelah kami usahakan langsung ke LIPI Jakarta pada bulan Desember ini pula, yaitu : ISSN No. 2085-0166. Dengan didapatkannya No.ISSN ini, maka jurnal kita ini telah diakui secara Nasional, sebagai media ilmiyah. Dengan adanya No.ISSN ini, kami mendorong para Dosen, Guru dan proffesi apapun yang memerlukan kredit point untuk promosi, kiranya menjadi daya tarik sendiri untuk berpartisipasi dalam mengisi jurnal ULAMA kit ini. Continue reading

Posted in Jurnal Ulama | Leave a comment

Jurnal Ulama; Tugas, Fungsi dan Wawasan MUI

Jurnal Ulama edisi pertama

ALHAMDULILLAH, puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas Hidayah, Taufieq dan Inayah-Nya jua, maka kami dapat menerbitkan Jurnal Ulama edisi pertama pada bulan Agustus 2008 bertepatan pada bulan Sya’ban 1429 H. Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan dan bulan Sya’ban adalah bulan persiapan menyongsong bulan Ramadlon, bulan suci atau pembebasan/penyucian dari dosa.
Telah lama MUI Propinsi D.I.Yogyakarta mencita-citakan menerbitkan jurnal, sesuai dengan predikat Yogyakarta sebagai kota pelajar dan mahasiswa, berarti kota intelektual dan akademisi. Kami berharap Jurnal ini nanti dapat menyebarkan tulisan-tulisan ilmiyah yang analitis. Tetapi harapan tersebut belum dapat kami ujudkan dalam penerbitan perdana ini.
Sebagai penerbitan awal atau uji coba ini, kami muat tulisan-tulisan yang bersifat bimbingan bagi pengurus MUI di semua jajaran dari Propinsi sampai Kecamatan dan Desa/ Kelurahan. MUI Propinsi D.I.Yogyakarta memiliki 6 tugas pokok dan fungsi (tupoksi), yaitu: Continue reading

Posted in Jurnal Ulama | Leave a comment

Gerakan Zakat, Infaq dan Shodaqoh Bagi Umat Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta

buku gerakan zakat

Sebelumnya kami pantas dan wajib bersyukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Bapak Gubernur D.I.Yogyakarta, yang telah mengeluarkan Surat Edaran No. 451/2252 tertanggal 17 Juni 2009. Dengan adanya Surat Edaran tersebut, berarti kita telah memiliki payung hukum untuk mengintensipkan pelaksanaan Zakat, Infaq dan Shadaqoh di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagaimana diketahui bahwa Surat Edaran ini  ditujukan kepada Umat Islam di D.I.Yogyakarta. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 umat Islam di D.I.Yogyakarta ada 92,139 %, adalah suatu potensi luar biasa besarnya, dan itulah yang menjadi sasaran Surat Edaran tersebut. Dengan adanya Surat Edaran tersebut, semoga potensi yang besar tersebut dapat di-riil-kan, sehingga hasilnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Continue reading

Posted in Buku | Tagged | Leave a comment

Instruksi dan Keputusan Gubernur DIY untuk Mewujudkan Masyarakat Madani

Telah menjadi keyakinan bagi umat Islam bahwa kalau ingin suatu negeri atau wilayah (qoryah) terbuka barakah Allah dari langit dan bumi, syaratnya adalah masyarakatnya “BERIMAN” dan “BERTAQWA” (S.A1 A’rof 96). Beriman berarti selalu ingat kepada Allah dan merasa selalu didampingi dan diawasi oleh-Nya, sedang Bertaqwa berarti selalu taat kepada Allah, yaitu melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. Sebaliknya apabila masyarakat itu ingkar/dusta kepada Allah, tidak melaksanakan perintah-Nya dan justru mengerjakan apa yang dilarang-Nya, maka akan timbul bencana atau musibah dari langit maupun dari bumi. Continue reading

Posted in Buku | Tagged | Leave a comment

Buku Kebangetan

Buku agama MUIJudul Buku : Kebangetan
Penulis : H. Munawir Abdul Fatah
Diterbitkan Oleh : MUI DIY
Ukuran Buku : 14 x 21 cm
Jumlah Halaman : XIII + 201

RINGKASAN ISI
1.Kurban 2.Ibadah haji 3.Hidup sederhana 4.Pelajaran dari gaza 5.Awas anak-anakmu 6.Bertetangga 7.Peristiwa hijrah 8.Keajaiban-keajaiban hijrah 9.Mencari yang halal 10.Berdo’a 11.Aku bingung ? 12.Masuk surga lewat pintu mana ? 13.Menghadapi ujian sekolah 14.Anda gagal? 15.Shalat jama’ah 16.Shalat jum’ah 17.Tawakkal 18.Menghadapi lansia 19.Demo ala sahabat 20.Bohong 21.4 perempuan dalam al-qur’an 22.Pantaskah kita takabbur 23.Pekerjaan utama suami 24.Pekerjaan utama istri 25.Kita ini munafiq ? 26.Pilih yang keras atau empuk 27.Malaikat bengong 28.Syawalan 29.Siapa orang bangkrut 30.Orang paling sial 31.Orang paling kuat 32.Belajar shalat super kilat 33.Kita ini kebangetan 34.Tidak sayang tidak disayang 35.Amal yang paling sulit 36.Membunuh 100 orang 37.Pembunuh masuk surga 38.Bahaya lisan 39.Mestinya pandai dan kaya 40.Bhinneka tunggal ika. Continue reading

Posted in Buku | Leave a comment